Membahas semua info tentang kamera

Tips Sebelum Memulai Pemotretan Pada Alam Liar

Artikel terkait : Tips Sebelum Memulai Pemotretan Pada Alam Liar

Fotografi alam liar merupakan suatu genre fotografi yang membutuhkan kemampuan teknis serta keterampilan yang baik. Sebagai contoh, beberapa hewan sulit untuk didekati dan kita dituntut untuk dapan memahami dan mampu memprediksi perilaku mereka. Bahkan beberapa jenis hewan mengharuskan kita untuk benar-benar sembunyi untuk dapat momen terbaik.

Wildlife Photography adalah salah satu genre yang menuntut kita memiliki banyak peralatan. Para petualang fotografi ini memang meiliki cara tersendiri dalam pengambilan objek yang ingin mereka bidik. Berbicara peralatan yang dibutuhkan, beberapa peralatan ini bisa jadi sedikit acuan bagi anda. Apalagi jika anda baru memulai untuk mendalami genre fotografi yang satu ini.

fotografi alam liar - TipeKamera.com

Tips dan Peralatan Untuk Pemotretan Hewan Liar

1. Memilih Lensa Yang Sesuai

Pemilihan lensa yang tepat, mutlak harus dilakukan saat memotret di alam liar. Salah satu lensa yang wajib bagi para pencinta alam liar ini adalah lensa tele. Sebagaimana kita ketahui, pemotretan hewan liar apalagi buas tentu tidak dapat dilakukan dalam jarak dekat.

Lensa tele yang dibutuhkan minimal adalah 200mm. Lensa tele sangat penting mengingat hasil foto sangan bergantung pada lensa tele yang kita gunakan. Meski beberapa fotografer alam liar lebih memilih mengunakan lensa sapu jagat untuk menemani aktifitas meraka, namun hasil akan lebih maksimal jika menggunakan lensa tele.

2. Pemilihan Kamera Yang Tepat

Pemilihan kamera yang akan digunakan ini sebenarnya mengikuti selera dan faktor kebiasaan saja. Tidak ada keharusan dalam memilih jenis kamera DSLR atau Mirrorless. Ini karena kamera Mirorrles pun sekarang sudah canggih, baik dari segi peformance maupun kualitas foto.

Namun berdasarkan pengalaman beberapa fotografer, mereka lebih memilih kamera DSLR ketimbang Mirorrless. Alasan utama meraka adalah karena kamera DSLR relatif lebih hemat baterai dibandingkan dengan Mirorrless. Faktor lainnya adalah karena kebiasaan, sehingga lebih cepat mendapatkan feelnya saat melakukan pemotretan.

3. Memory dan Baterai Cadangan

Memory dan Batrai cadangan tentu saja sangat wajib anda miliki. Lokasi pemotretan alam liar tentu saja jauh dari pemukiman dan listrik. Anda tentu tidak ingin mengalami kehabisan baterai saat sedang asik-asiknya memotret kan. Jadi menyiapkan baterai cadangan sebanyak-banyaknya merupakan suatu keharusan saat melakukan pemotretan pada alam liar.

Selain baterai tentu saja anda juga harus menyiapkan beberapa memory tambahan. Ini karena pemotretan pada alam liar sering kali mengharuskan kita mengambil gambar berkali-kali agar mendapatkan momen yang pas. Selain itu tentu anda tidak ingin kan waktu anda terbuang hanya untuk menyortir foto yang tidak  pas?.

4. Memahami Peralatan Dengan Baik

Memahami semua seluk beluk kamera maupun peralatan pendukung lainnya adalah wajib. Kita tahu bahwa momen bagus di alam liar dapat terjadi kapan saja. Momen ini biasanya hanya berlangsung dalam hitungan detik saja dan belum tentu kita menemukan momen serupa untuk kedua kalinya.

Penguasaan fungsi serta fitur kamera maupun peralatan yang anda punya dapat menjadikan anda selalu siap menangkap momen yang bisa terjadi kapan saja. Jangan sampai anda kehilangan momen bagus dan perjalanan anda sia-sia hanya karena anda kurang siap dan kurang menguasai peralatan yang anda bawa.

5. Mempelajari Perilaku Hewan Bidikan

Salah satu keunikan dalam melakukan pemotretan hewan pada alam liar adalah saat menemukan momen yang tepat. Tentu saja momen ini bisa anda perkirakan kapan dan dimana akan terjadi dengan cara mempelajari tingkah pola hewan tersebut.

Banyak cara untuk dapat mempelajari perilaku hewan di alam liar, misalnya dengan mengamati kesaharian hewan tersebut. Cara lainnya adalah dengan banyak membaca buku maupun sumber lainnya tentang hewan tersebut.

hasil foto hewan pada alam liar - TipeKamera.com
Sumber Foto : Barry Kusuma


6. Pencahayaan Yang Tepat

Tentu saja anda tidak membutuhkan lampu Flash untuk pemotretan hewan pada alam liar. Lampu flash hanya akan membuat hewan menjadi terkejut dan anda kehilangan momen berharga yang sedang terjadi. Pencahayaan yang di maksud adalah cahaya alami dari matahari.

Para fotografer profesional menyebutkan bahwa kondisi terbaik saat melakukan pemotretan pada alam liar adalah saat pagi hari ketika matahari baru terbit dan saat sore sebelum matahari terbenam. Kedua waktu tersebut adalah waktu dimana cahaya yang di hasilkan masih lembut.

Biasanya hewan cenderung lebih banyak diam dan beristirahat pada saat siang hari. Kedua waktu tersebut juga waktu yang tepat untuk mencari momen yang bagus. Umumnya hewan liar akan aktif pada waktu-waktu tersebut.

7. Ambil Gambar Sebanyak-Banyaknya

Memotret hewan liar bergantung pada momen yang dapat kita tangkap pada hewan tersebut. Sebuah momen yang tepat itu dihasilkan dari banyak foto yang kita dapatkan. Ambilah foto sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan shutter maupun memory pada kamera. Dari situ baru kita dapat memilih mana momen terbaik yang kita dapatkan.

Tak jarang dari sekian banyak foto yang kita dapat hanya 1 yang benar-benar bagus. Selain itu anda juga dapat meng-explore angle foto. Jangan hanya terfokus pada angle potrait saja, lakukan juga pada posisi landscape. Semakin banyak foto yang anda ambil, semakin besar peluang anda mendapat momen terbaik.

8. Sabar Adalah Kuncinya

Kita tidak dapat melakukan rekayasa terhadap perilaku hewan maupun cuaca pada saat proses pemotretan. Kondisi alam liar tidaklah bisa ditebak kapan terjadinya suatu momen yang pas. Untuk itu harus terbiasa untuk sabar, terutama pada saat sedang mengamati tingkah laku subjek yang akan difoto.

9. Persiapkan Waktu dan Nikmati Prosesnya

Pemotretan pada alam liar membutuhkan waktu yang relatif lama. Salah satu alasan para fotografer National Geographic selalu menghasilkan foto yang luar biasa adalah, mereka memiliki waktu yang lebih banyak saat pemotretan. Tak jarang mereka harus menunggu berhari-hari bahkan berminggu-minggu hanya untuk sebuah momen yang pas.

Semakin banyak waktu kita maka semakin besar kesempatan kita untuk mendapatkan momon-momen langka. Ini juga merupakan salah satu alasan kenapa fotografi alam liat sepi pemintanya, karena sebagian besar kita tidak punya waktu hingga berbulan-bulan untuk mendapatkan momen terbaik.

Sumber : Barry Kusuma (Travel Photography)

Artikel TipeKamera.com Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2018 TipeKamera.com | Design by Bamz